Superkonduktor, dia mengatakan, dapat mengurangi kehilangan energi listrik. Sehingga dapat menghemat Rp8,5 miliar per kilometer per tahun dari kehilangan energi listrik di rangkaian kawat penghantar listrik berbahan tembaga yang digunakan saat ini.
“Dengan kawat tembaga maka memerlukan ruang berdiameter besar ketika dibenamkan di tanah, namun tidak untuk superkonduktor. Dengan hambatan nol, superkonduktor lebih efektif dan efisien dalam mengalirkan listrik,” katanya.
Pemakaian superkonduktor ini, menurut dia, jadi alternatif mengurangi pemborosan penggunaan listrik dan BBM. Superkonduktor ini juga bisa diterapkan di pembangkit listrik, transmisi, distribusi, gardu (kapasitas) dan gardu (unit). (jpp/wan/ant)












