Surabaya, CakrawalaNews.co – Kerukunan warga tak cukup dijaga lewat slogan toleransi atau kegiatan seremonial. Surabaya membutuhkan ruang perjumpaan,
kepedulian sosial, dan keterlibatan aktif masyarakat untuk merawat persatuan di tengah keberagaman.
Akademisi sekaligus Anggota Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Surabaya, M. Isa Ansori, menilai program Kampung Pancasila harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Program ini tidak boleh hanya menjadi ajang perlombaan antarkampung.
“Kampung Pancasila harus menjadi ruang hidup di mana nilai-nilai Pancasila hadir dalam hubungan sehari-hari. Ukuran keberhasilannya bukan seberapa sering diucapkan, melainkan seberapa jauh dirasakan oleh masyarakat,” kata Isa Ansori, Kamis, 5 November 2026.
Menurut Isa, kemajuan Surabaya sebagai kota metropolitan global tidak cukup diukur dari pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi.



