“Toleransi itu penting, tetapi Surabaya membutuhkan empati. Bukan sekadar membiarkan orang lain menjalankan keyakinannya, tetapi bersedia menolong tetangga tanpa bertanya apa agama, suku, atau golongannya,” tandasnya. (*)
Isa Ansori Usulkan Lima Agenda Penguatan Warga lewat Kampung Pancasila



