Rasa aman, sikap saling menghargai, dan persaudaraan antarwarga juga harus menjadi ukuran.
Untuk memperkuat kehidupan sosial hingga tingkat RT dan RW, Isa menawarkan lima agenda strategis.
Pertama, memperbanyak ruang perjumpaan antarwarga melalui kerja bakti, kegiatan seni budaya, dan olahraga. Interaksi langsung dinilai bisa mengikis prasangka sosial.
Kedua, membangun budaya empati. Warga perlu saling peduli agar kelompok rentan tidak menghadapi kesulitan sendirian. Mereka yang perlu mendapat perhatian antara lain lansia terlantar, anak putus sekolah, dan keluarga miskin.
Ketiga, memperkuat mekanisme penyelesaian konflik di lingkungan permukiman. Perselisihan dan gesekan antarwarga perlu diselesaikan melalui dialog, mediasi, serta pendekatan yang adil.
“Ketua RT/RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan perempuan perlu menjadi bagian dari kekuatan kerukunan,” jelasnya.



