Surabaya, CakrawalaNews.co – Semangat perjuangan arek-arek Suroboyo kembali dihidupkan di Tugu Pahlawan.
Sekitar 170 ribu orang menyaksikan pertunjukan kolosal “Suroboyo Wani” yang membuka rangkaian peringatan Hari Pahlawan, Minggu, 1 November 2026.
Pertunjukan tersebut membawa penonton menyusuri kembali suasana perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Kisah sejarah disampaikan melalui perpaduan teatrikal, musik, dan adegan pertempuran.
Cerita diawali dengan sosok Soegiharto, pemain Persebaya era 1930-an, yang diperankan seorang aktor. Ia digambarkan sedang bermain sepak bola bersama rekan-rekannya.
Suasana berubah tegang setelah sirene berbunyi dan kabar ultimatum Sekutu disampaikan.
Alunan musik kemudian berganti menjadi irama perjuangan.
Para pemain menanggalkan atribut sehari-hari dan beralih menjadi pejuang bersenjatakan bambu runcing. Mereka membentuk barisan Laskar Rakyat Kapasan.
Adegan berlanjut saat Kolonel Sungkono menyerukan perlawanan kepada arek-arek Suroboyo.
Soegiharto pun meninggalkan sepatunya, mengambil senjata, lalu bergabung dengan laskar menuju markas Badan Keamanan Rakyat (BKR).












