“Selagi ada kemiskinan, selagi masih ada anak putus sekolah, maka kita belum merdeka. Dibutuhkan kebersamaan, kekeluargaan, dan toleransi untuk saling menjaga satu dengan yang lainnya,” tegasnya.
Ia meminta seluruh unsur masyarakat, termasuk Pemkot Surabaya, Forkopimda, dan pemangku kepentingan, bekerja bersama.
Kepentingan sektoral tidak boleh menghambat upaya meningkatkan kesejahteraan warga.
Eri juga menjelaskan pesan di balik tema “Suroboyo Wani”. Menurutnya, semangat kepahlawanan perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Warga bisa mengambil peran melalui kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan sosial, hingga aksi kemanusiaan.
“Surabaya warganya luar biasa. Harapan kita, bagaimana semua bisa jadi pahlawan. Dikarenakan kita arek Suroboyo, dilahirkan punya jiwa pahlawan. Jadi masyarakat, ayo kita bersama menjadi pahlawan untuk mengentaskan kemiskinan, mengentaskan anak putus sekolah, dan menjaga lingkungan,” ungkapnya.
Ia berharap nilai-nilai Pancasila tidak berhenti sebagai semboyan.
Prinsip tersebut harus diwujudkan melalui tindakan nyata agar kesejahteraan dapat dirasakan secara merata.
“Maka saya berharap kemerdekaan itu tidak hanya menjadi slogan, tapi kita bertempur bersama hari ini, menjadi pahlawan bersama untuk Surabaya lebih sejahtera,” pungkasnya. (*)












