Surabaya. Cakrawalanews.co- Belanja logistik untuk penanganan korban bencana di Jawa Timur menjadi sorotan. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Wara Sundari Renny Pramana, meminta pemerintah tidak hanya berorientasi pada besarnya pengadaan barang, tetapi juga memastikan bantuan yang diberikan benar-benar memenuhi kebutuhan dan menjaga kesehatan para korban bencana.
Sorotan tersebut muncul setelah terungkap alokasi anggaran pengadaan sejumlah kebutuhan darurat dengan nilai mencapai puluhan miliar rupiah. Salah satu pos yang mencolok adalah pengadaan mie instan senilai Rp17,24 miliar.
Selain itu, terdapat anggaran paket sembako Rp3,81 miliar, selimut Rp9,51 miliar, terpal Rp2,75 miliar, kasur lipat Rp2,12 miliar, serta pengadaan 1.901 unit velbed senilai Rp5,90 miliar. Jika dijumlahkan, enam komponen belanja tersebut mencapai sekitar Rp41,35 miliar.
Besarnya anggaran mie instan itu menjadi perhatian tersendiri. Dengan asumsi harga satu bungkus Rp3.000, nilai Rp17,24 miliar setara dengan sekitar 5,74 juta bungkus mi instan.
Bunda Renny, sapaan akrabnya menilai, belanja logistik kebencanaan harus dikaji secara menyeluruh. Sebab, bantuan untuk masyarakat terdampak bencana bukan sekadar persoalan memenuhi kebutuhan pangan dalam kondisi darurat, melainkan juga memastikan asupan gizi dan kesehatan para pengungsi tetap terjaga.
“Penanganan korban bencana tidak boleh hanya diukur dari berapa banyak bantuan yang dibeli atau disalurkan. Yang jauh lebih penting adalah apakah bantuan tersebut benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat terdampak,” tegasnya, Senin (2/11/2026)



