Cakrawala Politik

Arif Fathoni: Semangat Sumpah Pemuda Harus Melahirkan Keberanian Berpolitik Generasi Muda

×

Arif Fathoni: Semangat Sumpah Pemuda Harus Melahirkan Keberanian Berpolitik Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
Arif Fathoni (kiri) saat menjadi narasumber dalam diskusi Kopi Cangkruk 2026 bertajuk Sekolah Demokrasi: Pendidikan Politik dan Kepemimpinan bagi Aktivis Mahasiswa, Rabu, 28 Oktober 2026.
Arif Fathoni (kiri) saat menjadi narasumber dalam diskusi Kopi Cangkruk 2026 bertajuk Sekolah Demokrasi: Pendidikan Politik dan Kepemimpinan bagi Aktivis Mahasiswa, Rabu, 28 Oktober 2026.

Surabaya, CakrawalaNews.co – Semangat Sumpah Pemuda tidak cukup dimaknai sebagai peringatan sejarah dan ikrar persatuan.

Generasi muda perlu menerjemahkannya menjadi keberanian menyampaikan gagasan, terlibat dalam demokrasi, serta memperjuangkan kepentingan publik melalui jalur politik.

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, menilai anak muda tidak seharusnya bersikap apatis terhadap politik hanya karena menganggap dunia politik kotor.

Sebaliknya, generasi muda perlu mengambil bagian untuk memperbaiki praktik politik dan mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.

Pesan itu disampaikan Arif dalam diskusi Kopi Cangkruk 2026 bertajuk Sekolah Demokrasi: Pendidikan Politik dan Kepemimpinan bagi Aktivis Mahasiswa.

Kegiatan yang digelar SAPMA Pemuda Pancasila Surabaya tersebut menjadi bagian dari peringatan hari lahir ke-38 organisasi itu sekaligus momentum Hari Sumpah Pemuda, Pada Rabu, 28 Oktober 2026.

Menanggapi pandangan mahasiswa yang menganggap politik sebagai sesuatu yang kotor, politisi yang akrab disapa Mas Toni ini mengatakan anggapan tersebut tidak seharusnya membuat generasi muda menjauh dari proses politik.

Menurut dia, politik merupakan ruang penting untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat dan menentukan arah pembangunan.

“Politik hanyalah jembatan pengabdian kepada masyarakat secara luas. Maka, semakin anak muda apriori terhadap politik, masa depan bangsa semakin gelap, karena tidak ada satu pun keputusan strategis di Republik ini yang tidak diputuskan melalui kesepakatan politik,” ujarnya didepan ratusan pemuda dari berbagai elemen.

Ia bahkan mengajak anak muda yang mengkritik praktik politik untuk berani terlibat langsung dalam proses pembenahan.

“Kalau anak muda merasa hari ini politik itu kotor, maka ayo gabung ke partai politik, kita benahi dari dalam agar wajah politik kita di masa yang akan datang lebih baik,” katanya.

Baginya, semangat Sumpah Pemuda harus diwujudkan melalui keberanian generasi muda mengambil tanggung jawab atas masa depan bangsa.

Anak muda tidak cukup hanya menjadi pengamat atau pengkritik, tetapi perlu terlibat dalam proses yang menentukan arah kebijakan publik.

Ia menilai generasi muda memiliki modal berupa pola pikir progresif dan keberanian untuk mendorong perubahan.

Potensi tersebut perlu mendapat ruang agar berkembang menjadi gagasan dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Anak muda itu punya naluri yang tidak dimiliki oleh generasi seniornya. Bahasa saya progresif dalam berpikir,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *