AdvertorialCakrawala Politik&PemerintahanDPRD JatimIndeksPilihan Redaksi

Refleksi HUT ke-81 Jatim, DPRD Jatim : Soroti Ketimpangan dan Kemiskinan

×

Refleksi HUT ke-81 Jatim, DPRD Jatim : Soroti Ketimpangan dan Kemiskinan

Sebarkan artikel ini
9122026221125
9122026221125

Surabaya. Cakrawalanews.co  — Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur harus menjadi momentum evaluasi terhadap arah pembangunan daerah. Di tengah pertumbuhan ekonomi yang melampaui rata-rata nasional, persoalan kemiskinan, ketimpangan antarwilayah, kualitas lapangan kerja, hingga tata kelola pemerintahan masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera dituntaskan.

Bendahara Fraksi PKB DPRD Jawa Timur, Salim Azhar, mengatakan Fraksi PKB mengapresiasi sejumlah capaian Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Namun, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur melalui angka pertumbuhan ekonomi, melainkan juga dari pemerataan kesejahteraan yang dirasakan masyarakat.

Pada Triwulan II 2026, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,72 persen secara tahunan atau year-on-year, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.

Jawa Timur juga mempertahankan perannya sebagai salah satu penyangga pangan nasional. Produksi padi pada 2025 mencapai 10,44 juta ton gabah kering giling, meningkat 12,60 persen. Selain itu, provinsi ini memiliki populasi sapi potong sekitar 3,67 juta ekor, produksi susu sapi 475,39 ribu ton, serta produksi telur ayam ras 2,02 juta ton.

Dari sisi pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Timur meningkat dari 73,04 pada 2020 menjadi 76,13 pada 2025. Prevalensi stunting juga turun dari 17,7 persen pada 2023 menjadi 14,7 persen berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia 2024.

Sementara itu, tingkat kemiskinan pada Maret 2026 tercatat 9,06 persen dan kemiskinan ekstrem sebesar 0,29 persen. Tingkat Pengangguran Terbuka pada Mei 2026 berada di kisaran 3,42 persen.

Meski demikian, Salim menilai capaian tersebut perlu diikuti langkah konkret untuk mengatasi persoalan struktural yang masih membayangi pembangunan Jawa Timur.

“Fraksi PKB mengapresiasi capaian yang telah diraih Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Namun, peringatan hari jadi ini juga harus menjadi momentum evaluasi. Jangan sampai pertumbuhan ekonomi terlihat tinggi, tetapi manfaatnya belum dirasakan secara merata oleh masyarakat,” kata Salim usai Paripurna Istimewa di DPRD Jatim, Senin (12/10/2026).

Kemiskinan dan Ketimpangan Masih Membayangi

Fraksi PKB menyoroti masih tingginya jumlah penduduk miskin di Jawa Timur. Pada Maret 2026, jumlah penduduk miskin tercatat sekitar 3,71 juta jiwa atau 9,06 persen, lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 8,07 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *