Surabaya. Cakrawalanews.co Persoalan pengangguran di Jawa Timur dinilai membutuhkan penanganan yang lebih mendasar dan berkelanjutan. Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Dr. H. Puguh Wiji Pamungkas, menilai kebijakan pemerintah selama ini masih cenderung reaktif, seperti “pemadam kebakaran”, tanpa cukup menyentuh akar persoalan.
Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jatim tersebut mengatakan penanganan pengangguran tidak cukup hanya mengandalkan agenda bursa kerja atau job fair. Menurutnya, ketersediaan lapangan pekerjaan sangat berkaitan dengan iklim investasi, pertumbuhan industri, serta kemampuan pemerintah menjaga keberlangsungan dunia usaha.
“Menuntaskan pengangguran tidak cukup hanya dengan mengandalkan job fair. Akar masalahnya berada pada satu mata rantai yang sama dengan iklim investasi dan pertumbuhan industri,” kata Puguh, Kamis (17/9/2026).
Puguh menjelaskan, ketika iklim investasi berada dalam kondisi positif, industri memiliki ruang untuk tumbuh dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.
Sebaliknya, ketika dunia usaha menghadapi tekanan akibat ketidakpastian ekonomi maupun politik, kelangkaan bahan baku, kenaikan biaya produksi, hingga beban operasional yang tinggi, keberlangsungan perusahaan ikut terancam.
“Semakin iklim investasi itu positif, industri akan bertumbuh dan lapangan pekerjaan akan banyak dibuka. Namun jika situasinya berkebalikan, bahan baku langka dan mahal serta biaya operasional tidak terjangkau, banyak pabrik yang akhirnya tutup dan hengkang,” tegasnya.



