DPRD Surabaya

DPRD Surabaya Usulkan Opsi Trase Tol Tengah Kota Dipindah ke Timur

×

DPRD Surabaya Usulkan Opsi Trase Tol Tengah Kota Dipindah ke Timur

Sebarkan artikel ini
Arif Fathoni wakil ketua DPRD Surabaya
Arif Fathoni wakil ketua DPRD Surabaya

Surabaya, cakrawalaNews.co – Masuknya kembali rencana pembangunan Tol Tengah Kota Surabaya dalam dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) baik Pusat, Provinsi Jawa Timur maupun kota Surabaya kembali membuka ruang bagi alternatif baru.

Di tengah kebutuhan pemerintah pusat terhadap jaringan tol yang mampu mengurai beban lalu lintas menuju Pelabuhan Tanjung Perak, DPRD Surabaya mengusulkan agar trase (Rencana Jalur) jalan tol tidak lagi diarahkan membelah kawasan tengah kota, melainkan digeser ke sisi timur Surabaya.

Usulan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni. Ia menawarkan kawasan timur sebagai jalan tengah antara kebutuhan pembangunan infrastruktur berbayar dengan kepentingan Pemkot Surabaya menjaga kawasan tengah kota dari tekanan pembangunan jalan tol.

Wacana ini muncul di tengah posisi rencana Tol Tengah Kota yang secara tata ruang masih tercantum dalam dokumen perencanaan di tingkat nasional, provinsi, hingga Kota Surabaya. Namun, keberadaan proyek dalam dokumen tata ruang tidak serta-merta berarti pembangunan fisiknya menjadi prioritas dalam waktu dekat.

Selama bertahun-tahun, rencana tol yang melintasi kawasan tengah Surabaya memang menjadi polemik. Salah satu persoalan yang mengemuka adalah konsekuensi pembangunan infrastruktur berskala besar di kawasan perkotaan yang telah padat, termasuk potensi dampak terhadap permukiman, tata ruang, dan karakter kawasan kota.

Di sisi lain, kebutuhan terhadap jaringan jalan berkapasitas besar tetap ada. Surabaya merupakan simpul penting pergerakan kendaraan dan logistik di kawasan metropolitan, terutama karena aktivitas menuju Pelabuhan Tanjung Perak tidak hanya berasal dari dalam kota, tetapi juga dari wilayah Sidoarjo, Gresik dan kawasan sekitarnya.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan mencari jalur alternatif menjadi semakin penting. Menurut Arif Fathoni, pembangunan jalan tol tidak harus dipertentangkan dengan kepentingan penataan kawasan tengah Surabaya. Keduanya bisa dipertemukan dengan menggeser lokasi pembangunan ke kawasan timur.

“Jadi ini jalan tengah. Keinginan pemerintah pusat dan provinsi tentang di Surabaya harus ada jalan tol untuk mengurangi beban jalan Sidoarjo-Perak-Gresik itu tetap terakomodir. Pemerintah kota tetap bisa menjaga estetika tengah kota tanpa harus ada kewajiban membangun atau dilewati jalan tol,” ujar Arif Fathoni, Sabtu (29/8/2026).

Politisi Golkar yang akrab disapa Mas Toni itu menilai kawasan timur memiliki peluang lebih besar untuk dikembangkan sebagai koridor baru. Apalagi Pemkot Surabaya telah memiliki rencana pembangunan Jalan Luar Lingkar Timur (JLLT) yang dirancang sebagai jalur tidak berbayar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *