Cakrawala DaerahCakrawala NasionalCakrawala Pendidikan

Perkuat Investasi Pendidikan, Pemkab Tegal Salurkan Beasiswa Sadesa kepada 362 Mahasiswa

×

Perkuat Investasi Pendidikan, Pemkab Tegal Salurkan Beasiswa Sadesa kepada 362 Mahasiswa

Sebarkan artikel ini
Penyerahan SK Beasiswa Sadesa kepada 362 Mahasiswa Kabupaten Tegal
Penyerahan SK Beasiswa Sadesa kepada 362 Mahasiswa Kabupaten Tegal
Tegal, Cakrawalanews.Co | Sebanyak 362 putra-putri Kabupaten Tegal resmi menerima Surat Keputusan (SK) penerima Beasiswa Program Unggulan Bupati Tegal Satu Desa Satu Sarjana (Sadesa). Penyerahan SK secara simbolis berlangsung di Pendopo Amangkurat, Kompleks Kantor Pemerintah Kabupaten Tegal, Jumat pagi (21/8/2026).
 
Ratusan penerima beasiswa dari berbagai desa tersebut hadir dengan membawa cerita dan harapan yang sama melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.
Salah satunya Riska Amalia Febriana, warga Desa Tembok Luwung, Kecamatan Adiwerna. Riska menjadi penerima beasiswa Sadesa untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Pancasakti Tegal pada Program Studi Pendidikan Matematika.
 
Bagi Riska, beasiswa Sadesa bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, tetapi kesempatan untuk mewujudkan cita-cita yang selama ini ia impikan.
“Saya sangat senang dengan adanya program beasiswa Sadesa ini karena saya dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Saya berharap setelah lulus nanti dapat menjadi tenaga pendidik yang bisa berkontribusi bagi anak-anak lainnya,” ujar Riska.
 
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Bupati Tegal atas hadirnya program tersebut.
“Terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Bapak Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman yang sudah membuat program Sadesa sehingga dapat mewujudkan cita-cita anak-anak seperti saya di Kabupaten Tegal untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi,” katanya.
 
Cerita serupa datang dari Selvi Dwi Rahmawati, warga Desa Bogares Kidul, Kecamatan Pangkah. Selvi menjadi penerima beasiswa Sadesa tahun ini untuk menempuh pendidikan di Universitas Bhamada, Program Studi Psikologi.
Bagi Selvi, kesempatan tersebut terasa semakin istimewa karena pada 2025 dirinya belum berhasil menjadi penerima beasiswa Sadesa.
 
“Saya sangat bersyukur tahun ini bisa menjadi salah satu penerima program beasiswa Sadesa. Bagi saya, Sadesa merupakan jembatan untuk mengubah nasib menjadi lebih baik. Sebagai anak desa, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi adalah sebuah mimpi, dan sekarang saya bisa mewujudkan mimpi tersebut,” ungkap Selvi.
Ia bertekad tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan. Setelah menyelesaikan pendidikan, Selvi ingin kembali memberikan manfaat bagi lingkungan tempat tinggalnya.
 
“Saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Semoga setelah lulus nanti saya dapat berkontribusi maksimal bagi masyarakat di desa saya maupun masyarakat Kabupaten Tegal pada umumnya,” tuturnya.
Pendidikan sebagai Investasi Masa Depan. 
 
Dalam sambutan dan arahannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Amir Makhmud, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menyampaikan selamat kepada seluruh penerima beasiswa Sadesa. Ia berpesan agar para mahasiswa baru menjalani perkuliahan dengan tekun, rajin, dan penuh semangat.
 
Bupati berharap investasi pendidikan melalui program Sadesa kelak mampu memberikan dampak yang lebih luas, tidak hanya bagi penerima beasiswa, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat di sekitarnya.
 
“Dengan adanya program ini, masyarakat berharap kalian dapat mengangkat perekonomian masyarakat sekitar atau minimal perekonomian keluarga kelak ketika sudah lulus,” pesannya.
 
Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik seperti jalan, jembatan, dan infrastruktur lainnya. Yang tidak kalah penting adalah menyiapkan generasi muda yang berkarakter, kompeten, dan memiliki daya saing.
 
“Pemerintah Kabupaten Tegal memandang pendidikan merupakan investasi paling penting dalam membangun masa depan daerah. Pembangunan tidak hanya berbicara tentang pembangunan fisik, tetapi bagaimana kita menyiapkan generasi muda yang berkarakter, kompeten, dan berdaya saing,” kata Bupati.
 
Program Sadesa, lanjutnya, hadir bukan sekadar sebagai bantuan pembiayaan pendidikan, melainkan sebagai ikhtiar pemerintah daerah untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi putra-putri daerah agar dapat mengenyam pendidikan tinggi.
 
Penerima Meningkat, Kolaborasi Diperkuat komitmen tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah penerima manfaat program Sadesa. Pada 2025, program ini telah memberikan manfaat kepada 287 penerima beasiswa. Sementara pada 2026, jumlahnya meningkat menjadi 362 penerima.
 
Tahun ini Pemkab Tegal menggandeng tujuh perguruan tinggi mitra, yakni Universitas Bhamada, STKIP NU, Poltek Purbaya, Universitas Muhammadiyah Tegal, Universitas Harkat Negeri, Universitas Pancasakti Tegal, dan Universitas IBN.
 
Dari 362 penerima tersebut, sebanyak 347 mahasiswa memperoleh dukungan pembiayaan dari Pemerintah Kabupaten Tegal, sedangkan 15 mahasiswa memperoleh dukungan pembiayaan dari Poltek Purbaya.
Bupati menilai kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa upaya membangun sumber daya manusia bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi dapat diperkuat melalui semangat gotong royong dan kerja sama dengan berbagai pihak.
 
Atas dukungan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi kepada tujuh perguruan tinggi mitra dan berharap kerja sama yang telah terbangun terus diperkuat.
 
“Saya berharap kerja sama ini tidak hanya berhenti pada penyelenggaraan pendidikan dan program beasiswa saja, tetapi benar-benar mampu menghasilkan lulusan yang berkarakter, memiliki integritas, kompetensi, dan pada waktunya mampu memberikan kontribusi untuk kemajuan desa dan Kabupaten Tegal,” ujarnya.
 
Bukan Sekadar Mengejar Nilai di hadapan para penerima beasiswa, Bupati juga menitipkan pesan agar beasiswa yang diterima dipandang sebagai amanah sekaligus kepercayaan. Para mahasiswa diminta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya, belajar sungguh-sungguh, menjaga integritas, serta membangun kedisiplinan.
 
Bupati mengingatkan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak cukup diukur dari nilai akademik. Kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, literasi digital, serta kepedulian sosial juga perlu dikembangkan selama menempuh pendidikan.
 
“Jadilah mahasiswa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap persoalan di masyarakat. Dan satu hal yang tak kalah penting, dari mana kalian berasal, ketika nanti telah meraih gelar, ilmu, dan pengalaman, dapat kembali memberi manfaat untuk keluarga dan masyarakat Kabupaten Tegal,” pesannya.
 
Bagi Riska, Selvi, dan 360 penerima lainnya, program Sadesa menjadi awal perjalanan baru. Dari desa, mereka mendapat kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi. Dari kesempatan itu pula, tumbuh harapan agar kelak ilmu yang diperoleh dapat kembali ke desa dan memberi manfaat bagi masyarakat. Bupati pun menegaskan tekadnya untuk menjadikan pendidikan sebagai investasi yang mampu melahirkan perubahan nyata.
 
“Saya ingin membuktikan bahwa investasi pendidikan akan melahirkan perubahan. Jadilah sarjana yang membanggakan keluarga, bermanfaat bagi masyarakat, dan ikut membawa Kabupaten Tegal semakin maju dan tangguh,” pungkasnya.
(Tgh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *