Surabaya, CakrawalaNews.co | Persoalan air baku menjadi salah satu pekerjaan rumah serius yang disorot Komisi B DPRD Surabaya. Buruknya kualitas air baku dinilai berpotensi membuat biaya pengolahan air Perumda Air Minum Surya Sembada semakin besar.
Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Yuga Pratisabda, mengatakan persoalan tersebut perlu dibenahi dari hulu. Sebab, PDAM harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk mengolah air baku agar memenuhi standar sebelum disalurkan kepada masyarakat.
Sorotan itu mengemuka dalam pertemuan Komisi B dengan jajaran direksi baru Perumda Air Minum Surya Sembada. Dalam forum tersebut, terungkap bahwa klasifikasi air baku yang diterima berada pada level yang lebih cocok untuk kebutuhan peternakan maupun irigasi dibandingkan sumber air yang ideal untuk konsumsi.
“Yang jelas nanti Komisi B rencananya mungkin dalam bulan ini atau bulan depan akan mengundang juga Jasa Tirta,” kata Yuga pada Selasa (18/8/2026).
Menurut Yuga, kondisi tersebut tidak bisa hanya dilihat sebagai persoalan teknis PDAM. Kualitas air dari sumbernya juga harus menjadi perhatian karena semakin rendah kualitas air baku, semakin besar pula upaya dan biaya yang diperlukan perusahaan untuk mengolahnya.
“Nah akhirnya dengan supaya menjadi air yang layak, Perumda Air Minum Surabaya ini itu akhirnya mengeluarkan cost yang besar. Untuk menjadikan air baku tadi menjadi air yang layak untuk ini,” ujarnya.
Yuga menilai persoalan air baku harus dibicarakan bersama dengan pihak yang memiliki kewenangan atas pengelolaan sumber air. Karena itu, Komisi B berencana memfasilitasi pertemuan dengan Perum Jasa Tirta untuk mencari solusi terhadap kualitas air baku yang masuk ke sistem PDAM.












