Di sisi lain, perusahaan dituntut meningkatkan pendapatan tanpa menjadikan kenaikan tarif sebagai solusi utama.
Karena itu, efisiensi biaya produksi menjadi bagian penting dalam menjaga ruang keuangan PDAM untuk melakukan investasi dan memperbaiki pelayanan.
“Jadi seperti itu. Kita undang bersama-sama,” kata Yuga.
Komisi B berharap pembahasan dengan Jasa Tirta nantinya tidak berhenti pada forum koordinasi. Ada langkah konkret untuk memperbaiki kualitas air baku sehingga proses pengolahan di PDAM menjadi lebih efisien.
Terlebih, PDAM Surya Sembada memiliki target besar untuk memperbaiki kualitas pelayanan. Direksi baru menargetkan seluruh masyarakat Surabaya mendapat tekanan air minimal dua meter kolom air dalam waktu setahun, sebelum secara bertahap ditingkatkan menjadi tiga meter kolom air.
Dengan target pelayanan yang semakin tinggi, menurut Komisi B, persoalan air baku juga tidak boleh dibiarkan berlarut. Air yang masuk dari hulu harus dibenahi agar beban pengolahan di hilir tidak terus membengkak dan pada akhirnya berimbas pada kemampuan PDAM meningkatkan layanan kepada warga. (s)












