Cakrawala DaerahCakrawala JatimCakrawala NasionalCakrawala NewsCakrawala SurabayaHeadline

Berat Badan Bayi Tak Kunjung Naik? Pakar Unair Ingatkan Bisa Jadi Gejala Awal Stunting

×

Berat Badan Bayi Tak Kunjung Naik? Pakar Unair Ingatkan Bisa Jadi Gejala Awal Stunting

Sebarkan artikel ini
Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Universitas Airlangga, Prof. Dr. Irwanto, dr., Sp.A(K).
Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Universitas Airlangga, Prof. Dr. Irwanto, dr., Sp.A(K).
Surabaya, CakrawalaNews.co | Stunting masih menjadi salah satu tantangan besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.  Namun, banyak orang tua baru menyadari anak mengalami stunting ketika postur tubuhnya terlihat lebih pendek dibandingkan teman seusianya. Padahal, tanda awal kondisi tersebut justru sering muncul jauh lebih dini, yakni saat berat badan bayi tidak bertambah sesuai usia.
 
Hal itu disampaikan Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Universitas Airlangga, Prof. Dr. Irwanto, dr., Sp.A(K), saat memberikan penyuluhan pencegahan stunting dalam kegiatan pengabdian masyarakat kolaboratif Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga di Pendopo Kantor Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Selasa (7/7/2026). 
 
Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 100 peserta yang terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui, serta kader PKK Kabupaten Bojonegoro.
 
Prof. Irwanto menegaskan bahwa tubuh pendek tidak selalu berarti seorang anak mengalami stunting. Menurutnya, tinggi badan yang berada di bawah rata-rata dapat dipengaruhi berbagai faktor, seperti keturunan, gangguan metabolisme, penyakit kronis, maupun kelainan kromosom.
 
“Pendek belum tentu stunting, tetapi stunting sudah pasti pendek,” ujarnya.
 
Ia menjelaskan, proses terjadinya stunting berlangsung secara bertahap. Sebelum tinggi badan mengalami perlambatan, pertumbuhan berat badan anak umumnya lebih dulu terhambat. Sayangnya, kondisi tersebut sering luput dari perhatian orang tua.
 
“Berat badan merupakan tanda awal stunting yang sering tidak disadari. Ketika bayi berusia dua hingga empat bulan dan berat badannya tidak mengalami kenaikan, kondisi itu perlu diwaspadai sebagai risiko stunting,” jelasnya.
 
Karena itu, Prof. Irwanto mengajak para orang tua untuk rutin memantau pertumbuhan anak melalui Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Jika ditemukan grafik pertumbuhan yang tidak sesuai, orang tua sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar intervensi dapat dilakukan sedini mungkin.
 
Menurutnya, upaya pencegahan stunting paling efektif dilakukan pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Pada fase tersebut, pemenuhan gizi ibu dan anak menjadi faktor yang sangat menentukan tumbuh kembang anak.
 
“Manfaatkan Buku KIA mulai masa kehamilan hingga anak berusia lima tahun. Buku itu menjadi panduan sederhana untuk memantau pertumbuhan anak secara berkala,” katanya.
 
Selain memantau pertumbuhan, Prof. Irwanto juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas asupan gizi ibu selama hamil dan menyusui.
 
Nutrisi yang baik akan memengaruhi kualitas ASI sekaligus mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan kesehatan anak secara menyeluruh.
 
Ia menambahkan, dampak stunting tidak hanya terlihat dari postur tubuh yang lebih pendek. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan berpikir, perkembangan emosional, prestasi belajar, hingga produktivitas seseorang ketika memasuki usia dewasa.
 
Karena itu, pencegahan stunting tidak cukup hanya berfokus pada pemberian makanan bergizi, tetapi juga membutuhkan pemantauan tumbuh kembang secara rutin, edukasi kepada keluarga, serta kolaborasi berbagai pihak.
 
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga bersama Fakultas Kedokteran, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Vokasi, dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap semakin banyak orang tua memahami pentingnya mendeteksi gangguan pertumbuhan sejak dini agar kasus stunting dapat dicegah sebelum berdampak pada masa depan anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *