Membentuk Satuan Tugas (Satgas) di setiap sekolah yang terdiri dari Guru Bimbingan Konseling (BK) untuk memantau perilaku siswa. Satgas ini akan menjadi penguatan dari Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPKS) yang sudah ada.
Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh, menambahkan bahwa pembentukan Satgas bertujuan untuk memastikan anak-anak memiliki wadah curhat yang tepat dan terfasilitasi.
“Semakin banyak tim yang mengingatkan dan semakin banyak ruang bagi anak-anak untuk curhat, semakin baik. Tujuannya adalah agar mereka tidak salah memilih tempat untuk mencurahkan isi hati,” jelas Yusuf.
Yusuf menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan program ini adalah sinergi antara sekolah dan orang tua.
Ia meminta orang tua untuk mulai mengatur waktu penggunaan sarana digital di rumah dan mengarahkan anak ke referensi game positif serta buku elektronik yang edukatif. ( wa/ar)



