Pasuruan, cakrawalanews.co – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan penekanan keras kepada seluruh pendamping sosial di Jawa Timur untuk bekerja secara profesional, berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dan menjaga integritas dengan tidak menyalahgunakan uang negara.
Penegasan ini disampaikan Gus Ipul saat memimpin dialog Kesejahteraan Sosial dan program Sekolah Rakyat di Gedung Kesenian Darmoyudo, Kota Pasuruan, pada Sabtu (15/11/2025). Acara ini dihadiri oleh pilar-pilar sosial seperti Pendamping Rehabilitasi Sosial, PKH, Tagana, TKSK, Pekerja Sosial Masyarakat, Karang Taruna, dan Pelopor Perdamaian se-Kota dan Kabupaten Pasuruan.
Gus Ipul menekankan peran vital pendamping sebagai ujung tombak dalam rekrutmen siswa Sekolah Rakyat. Ia mewajibkan proses rekrutmen harus merujuk pada data dan tidak boleh ada praktik kecurangan.
”Pendamping harus bekerja berdasarkan data. Datanya dilihat dulu baru didatengin. Dan dia harus di desil 1 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional, maksimal desil 2,” kata Gus Ipul.
Ia menegaskan larangan keras terhadap suap, sogok, atau titip-menitip. Siswa yang direkrut adalah anak-anak dari keluarga tidak mampu yang memenuhi kriteria.
Selain rekrutmen, pendamping diamanatkan untuk terlibat aktif dalam pendampingan pemberdayaan orang tua siswa, sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan terpadu.
Menteri Sosial juga menyoroti perubahan fokus dari perlindungan sosial ke pemberdayaan sosial untuk mendorong kemandirian penerima manfaat.
Para pendamping ditargetkan dapat menggraduasi 10 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) setiap tahun.













