“Wayang bukan sekadar tontonan, tetapi tuntunan. Melalui acara ini, kami ingin mengajak masyarakat Jawa Timur untuk kembali mencintai dan melestarikan warisan budaya leluhur yaitu wayang kulit yang bahkan telah diakui dunia sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO,” ujar Musyafak Rouf di Surabaya, Kamis (13/11/2025).
Ia menambahkan, pagelaran ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Wayang Nasional yang jatuh setiap tanggal 7 November. Menurutnya, momentum tersebut patut dirayakan dengan cara menghidupkan kembali tradisi yang sarat nilai filosofi dan pendidikan moral bagi generasi muda.
“Terlebih kalau kita lihat, sudah lebih dari satu dekade tidak digelar wayangan di Gedung DPRD Jatim. Maka mari kita rawat bersama budaya kita. Meruwat Jawa Timur berarti merawat Indonesia, menjaga warisan leluhur agar tidak pudar di tengah derasnya arus globalisasi,” tegas politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.
Pagelaran Wayang Kulit kali ini akan menghadirkan dalang kondang asal Pacitan, Ki Purbo Asmoro, yang dikenal luas karena kemampuannya menggabungkan pesan moral, kearifan lokal, dan nilai kebangsaan dalam setiap lakon yang dibawakannya. Penampilan beliau diharapkan mampu menghidupkan kembali semangat masyarakat untuk mencintai seni pedalangan.



