Jakarta, cakrawalanews.co-Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merilis capaian data Triwulan III 2025 terkait upaya percepatan pencegahan dan penurunan stunting serta masalah gizi balita.
Publikasi data ini, yang disampaikan pada Senin (10/11/2025), menjadi titik evaluasi penting untuk penyesuaian strategi intervensi pada 2026.
Maria Endang Sumiwi, Dirjen Pelayanan Kesehatan Keluarga dan Komunitas Kemenkes, menjelaskan bahwa secara umum, stunting, wasting (gizi kurang), dan overweight (kelebihan berat badan) menunjukkan hasil positif dengan penurunan dibandingkan tahun 2023.
Namun, tantangan utama yang harus diwaspadai adalah indikator underweight (berat badan terhadap umur) yang justru masih meningkat.
Kemenkes menekankan perlunya peningkatan upaya agar semua indikator gizi berada dalam zona aman (hijau) pada 2026.
Capaian dan Target Penurunan
Data Kemenkes menunjukkan angka stunting saat ini telah menurun dari 20,1 persen menjadi 19,8 persen, atau turun sekitar 2,7 persen.
Untuk mencapai target jangka panjang 14,2 persen pada 2029, Maria menegaskan bahwa penurunan stunting harus dipercepat 3–4 persen per tahun, jauh di atas rata-rata penurunan saat ini yang hanya sekitar 1,2 persen.
Target terdekat pada 2026 adalah menurunkan angka stunting dari 19,8 persen menjadi 18,8 persen.
Penurunan stunting yang signifikan terlihat pada balita usia 0–5 bulan (turun 3,7% menjadi 10%) dan 12–23 bulan (turun dari 22,7% menjadi 19,9%).
Periode kehamilan hingga usia 24 bulan ditekankan sebagai fokus utama intervensi, termasuk pentingnya pemberian ASI eksklusif dan MPASI yang tepat.












