Surabaya,CakrawalaNews.co – Pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya tahun 2026 ditargetkan akan dilakukan pada 10 November 2025, bertepatan dengan Hari Pahlawan.
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, menyatakan bahwa penargetan ini merupakan “kado untuk masyarakat Surabaya”.
“Kami ingin memberikan kado untuk masyarakat Surabaya dengan pengesahan APBD di Hari Pahlawan. Setelah pembahasan di komisi dan Badan Anggaran (Banggar), hari ini fraksi-fraksi menyampaikan catatan dan masukannya kepada Pemkot,” jelas Fathoni pada Jumat (7/11/2025).
Ia menambahkan, seluruh fraksi DPRD telah menyampaikan catatan, saran, dan masukan yang dihimpun dari aspirasi masyarakat. Catatan tersebut diharapkan dapat memperkuat arah kebijakan anggaran agar berdampak nyata pada kesejahteraan warga.
“Kami harap dalam rapat paripurna berikutnya, tanggapan Wali Kota bisa menindaklanjuti semua masukan itu. Tujuannya agar APBD 2026 benar-benar menjadi ‘trigger’ pertumbuhan ekonomi di Surabaya,” ujarnya.
Fathoni menjelaskan, anggaran sebesar Rp12,7 triliun tersebut akan difokuskan pada dua sektor utama: proyek infrastruktur dan program perlindungan sosial (Bantalan Sosial).
“APBD 2026 diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, baik melalui bantalan sosial maupun pengerjaan infrastruktur yang berdampak langsung pada kawasan yang belum tumbuh secara ekonomi,” paparnya.
Sejumlah proyek strategis yang akan dibiayai dalam APBD 2026 antara lain pembangunan saluran koneksi untuk pengendalian banjir, pembangunan jalan lingkar barat, serta penyelesaian proyek infrastruktur dan permukiman.
“Harapannya, seluruh pekerjaan infrastruktur itu bisa tuntas di tahun 2027. Jadi, ketika tahun 2028 Ibu Kota Nusantara (IKN) sudah dihuni, Surabaya siap menjadi pintu gerbang menuju IKN,” tegasnya.
Sebelumnya, pada Kamis (06/11/2025) kemarin, telah digelar Rapat Paripurna pandangan fraksi atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rancangan APBD Kota Surabaya Tahun 2026.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, Lilik Arijanto, menjelaskan bahwa pembahasan kali ini merupakan kelanjutan dari proses panjang yang telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu.
“Hasil pembahasan sudah kita bahas bersama, dan sekarang disampaikan dalam pandangan fraksi,” kata Lilik, usai sidang Paripurna di DPRD Kota Surabaya, Kamis (6/11/2025).
Lilik juga menanggapi pandangan sejumlah fraksi, dan menegaskan bahwa catatan-catatan yang disampaikan, termasuk yang menyoroti sejumlah poin dalam postur anggaran, telah dibicarakan sejak pembahasan di Banggar.
“Itu bukan poin baru, mereka hanya mengingatkan agar segera tetap dilakukan,” ujarnya.( wa/hadi)



