Cakrawala Wisata

1000 Penari Remo Warnai Napak Tilas Perjalanan Sawunggaling Mencari Adipati Jayengrono

×

1000 Penari Remo Warnai Napak Tilas Perjalanan Sawunggaling Mencari Adipati Jayengrono

Sebarkan artikel ini
napak tilas sembrani nusantara11
napak tilas sembrani nusantara11

“Yang membedakan kalau tahun kemarin itu memang belum ada monumen ayam jago, kalau sekarang sudah ada monumen ayam jago,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Sembrani Bumi Nusantara 2025, Prayugi Imaduddin, mengatakan gelaran tahun ini berlangsung lebih semarak dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Yang pasti tahun ini lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya. Karena kemarin Alhamdulillah kita di-support terhadap pengumuman, flyer dari pihak-pihak dinas terkait,” ujar Prayugi.

Ia menjelaskan, napak tilas terbuka untuk masyarakat umum, tidak terbatas pada warga Lidah Wetan. Karena itu, para peserta pun datang dari berbagai daerah, mulai Mojokerto hingga Malang.

“Lalu peserta tari (remo) pun sama. Memang kemarin sebagian dari beberapa sekolah yang ada di wilayah Lidah Wetan, kemarin juga diikuti dari beberapa sanggar yang ada di Surabaya,” ungkapnya.

Selain napak tilas, Prayugi menyebut, rangkaian Sembrani Bumi Nusantara 2025 juga menghadirkan sejumlah kegiatan budaya lain. “Tanggal 8 Oktober ada acara Campursari, lalu tanggal 11 Oktober pagi sampai sore ada Khotmil Qur’an. Malam harinya ada doa bersama tasyakuran di area Lidah Wetan Gang Tengah,” jelas Prayugi.

Prayugi menambahkan, khusus pada Minggu (5/10), terdapat beberapa agenda. Mulai pawai budaya, napak tilas, tari remo, dan teatrikal di Jembatan Sawunggaling serta Taman Bungkul.

“Secara keseluruhan kalau total peserta tari remo anak sama peserta napak tilas kurang lebih sekitar 2000,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *