Cakrawala Wisata

1000 Penari Remo Warnai Napak Tilas Perjalanan Sawunggaling Mencari Adipati Jayengrono

×

1000 Penari Remo Warnai Napak Tilas Perjalanan Sawunggaling Mencari Adipati Jayengrono

Sebarkan artikel ini
napak tilas sembrani nusantara11
napak tilas sembrani nusantara11

Menurut Hidayat, kegiatan semacam ini penting karena menjadi wadah untuk menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

“Karena ini kegiatan memperkenalkan dan mempertahankan budaya kepada adik-adik yang masih muda. Saya lihat mulai pojok penontonnya luar biasa,” katanya.

Lurah Lidah Wetan Surabaya, Andri Kurniawan menjelaskan, Napak Tilas Sawunggaling merupakan bagian dari rangkaian Sedekah Bumi yang sudah digelar tiga tahun berturut-turut.

“Ini dalam rangkaian acara sedekah bumi, ini tahun ketiga penyelenggaraan dan setiap tahun ada napak tilas. Jadi napak tilas ini menapaktilasi perjalanan Raden Sawunggaling ketika mencari ayahandanya yang bernama Adipati Jayengrono,” tutur Andri.

Ia menceritakan, Raden Sawunggaling merupakan putra Adipati Jayengrono dari seorang selir di kawasan Lidah Wetan. Namun sejak kecil, Sawunggaling belum pernah bertemu ayahnya.

“Ketika dia dewasa, dia menanyakan kepada ibunya siapa ayahnya, akhirnya dia pergi ke Kadipaten Surabaya (Balai Kota Surabaya) dengan dibawain oleh ibunya semacam kain sebagai bukti kalau itu adalah dari ibunya,” jelasnya.

Menurut Andri, perjalanan napak tilas dari Lidah Wetan menuju pusat kota melambangkan semangat mencari jati diri sekaligus meneladani nilai sejarah perjuangan.

“Diharapkan pemuda-pemudi sekarang bisa mengetahui tentang cerita sejarah Sawunggaling dan juga diharapkan bisa melanjutkan budaya yang sudah ada ini di tahun-tahun berikutnya,” harapnya.

Andri juga menuturkan, tahun ini kegiatan Sembrani Bumi Nusantara juga dirangkaikan dengan peresmian Monumen Ayam Jago di kawasan Lidah Wetan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *