Meski hanya ada satu warga yang positif difteri, pemerintah pusat menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri untuk Lamongan. Penetapan itu disambut Pemkab Lamongan dengan mencanangkan imunisasi difteri massal untuk semua warganya yang berusia 0-19 tahun.
Bupati Fadeli saat sosialiasasi dan pencanangan Oubreak Response Immunization (ORI) dalam rangka penanganan KLB Difteri di Pendopo Lokatantra, Rabu (7/2), menekankan pentingnya sosialiasi agar masyarakat mau diimunisasi.
Karena itu dalam sosialisasi itu selain mengundang Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beserta camat, juga tokoh agama dan masyarakat. “Pemkab Lamongan akan melakukan upaya semaksimal mungkin untuk memberikan kesadaran terhadap masyarakat akan pentingnya imunisasi, “ kata dia.
Dia cukup optimis imunisasi difteri ini nantinya akan sukses menjangkau semua target warga, sebagaimana imunisasi campak dan rubella (MR). Tahun lalu, Lamongan mampu melebihi target yang ditetapkan.












