Ia menjelaskan, pemutakhiran DTSEN memiliki tiga tujuan utama. Pertama, menciptakan Satu Data agar pemerintah memiliki basis data tunggal untuk berbagai program, mulai subsidi hingga perlindungan sosial. Kedua, memastikan program tepat sasaran.
Menurut Fikser, kondisi keluarga sangat dinamis sehingga data terbaru mutlak diperlukan.
“Tanpa data terbaru, bantuan sosial berisiko salah sasaran. Ini adalah upaya kami meminimalisir inclusion error dan exclusion error,” tegasnya.










