“Kami akan berkoordinasi dengan pemilik lahan agar solusi sesuai aturan dan tidak menimbulkan masalah ke depan,” ungkapnya.
Hingga kini, donasi masyarakat dan sejumlah pihak terkumpul sekitar Rp50 juta. Dana tersebut akan dikelola bersama Baznas untuk mempercepat pembangunan hunian bagi korban.
“Alhamdulillah dukungan masyarakat luar biasa. Kami berharap pembangunan rumah bisa segera terealisasi,” tambah Cahyo.
Selain fokus penanganan korban, ia juga menekankan pentingnya edukasi mitigasi kebakaran. Program Desa Tangguh Bencana (Destana) milik BPBD dinilai perlu diperluas ke kawasan padat penduduk.
Cahyo mengapresiasi kecepatan Damkar Surabaya yang tiba di lokasi hanya tujuh menit setelah laporan masuk. Respons cepat ini berhasil menekan potensi meluasnya api.












