CakrawalaNews.co – Optimalisasi potensi aset pemerintah daerah menjadi upaya strategis dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditengah tantangan fiskal yang dihadapi oleh pemerintah daerah seperti Surabaya.
Wakil Dekan Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Dr. Syofyan Hadi, SH., MH., menekankan pentingnya upaya optimalisasi pemanfaatan Barang Milik Daerah (BMD) sebagai salah satu sumber peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surabaya.
“Selama ini peran aset masih belum maksimal dalam menopang PAD, padahal jika dikembangkan dan dikelola secara optimal ini bisa menjadi salah satu pilar kokoh dalam menyokong PAD,” kata Syofyan saat menjadi narasumber dalam workshop “Membaca Potensi Aset Pemerintah Kota Surabaya untuk Optimalisasi PAD” yang digelar Wartawan Surabaya di Prigen, 23 Agustus 2025.
Sekadar informasi, dalam workshop wartawan tersebut hadir pula sebagai narasumber yakni Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya Pdt Rio Pattiselano, Asisiten 1 pemkot Surabaya M Fikser, Kepala BPKAD Wiwiek Widayati, Kepala BKPSDM Ira Tursilowati, serta Wakil Dekan Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Dr. Syofyan Hadi, SH., MH. Jurnalis senior Imam Syafi’i yang juga anghota komisi D DPRD Surabaya.
Syofyan menilai belum optimalnya upaya tersebut disebabkan masih banyak permasalahan yang menghambat pemanfaatan aset daerah.
Di antaranya, BMD yang belum tersertifikasi, masih berstatus sengketa, bahkan dikuasai pihak lain.
“Hasil pemanfaatan BMD saat ini juga belum maksimal memberikan kontribusi bagi PAD Kota Surabaya,” ujar Syofyan Hadi
Ia menjelaskan, secara regulasi, pemanfaatan BMD telah diatur melalui berbagai perangkat hukum, mulai dari PP No. 27 Tahun 2014 jo PP No. 28 Tahun 2020, Permendagri No. 19 Tahun 2016, hingga Perda Kota Surabaya No. 1 Tahun 2020.
“Ada lima model pemanfaatan BMD, yaitu sewa, pinjam pakai, kerja sama pemanfaatan, Bangun Guna Serah/Bangun Serah Guna, serta kerja sama penyediaan infrastruktur,” jelasnya.
Syofyan menyebut, berbagai model itu dapat menjadi peluang jika dijalankan dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel.












