Kepala BPKAD Surabaya, Wiwiek Widayati, menambahkan bahwa kajian tim independen awal 2025 menemukan beberapa bagian jembatan rapuh bahkan sempat runtuh. “Karena itu harus segera dibongkar dan dibangun kembali,” jelasnya.
Pemkot menargetkan pembangunan selesai pada Desember 2025, sehingga JPO baru dapat digunakan publik awal 2026. Selain tetap berfungsi sebagai penghubung Siola–Jalan Tanjung Anom, desain baru akan menonjolkan estetika dan ramah wisata.
“Fungsinya sama, tapi tampil lebih estetik dan bisa jadi ikon baru untuk swafoto,” pungkas Wiwiek.













