AdvertorialDPRD JatimIndeksPilihan Redaksi

Fraksi PDIP DPRD Minta Evaluasi Anggaran Penanganan Stunting Jatim

×

Fraksi PDIP DPRD Minta Evaluasi Anggaran Penanganan Stunting Jatim

Sebarkan artikel ini

Politisi asal Kediri yang akrab di panggil Bunda Renny ini juga menyoroti perbedaan drastis dalam keberhasilan program antar wilayah. Kota Surabaya, dengan pendekatan berbasis teknologi seperti aplikasi Sayang Warga, berhasil menurunkan angka stunting dari 28,9% pada 2021 menjadi hanya 1,6% pada 2023. Sebaliknya, beberapa daerah seperti Jember dan Mojokerto masih tertinggal jauh.

“Kita bisa belajar dari Surabaya, bagaimana inovasi, kolaborasi lintas sektor, dan komitmen politik bisa menghasilkan perubahan nyata. Tapi daerah lain perlu diberi kapasitas yang sama untuk bisa meniru keberhasilan ini,” lanjut Renny.

Masalah lain yang tak kalah penting adalah keterbatasan tenaga kesehatan terlatih, khususnya di daerah terpencil. Hal ini menyebabkan rendahnya cakupan intervensi gizi spesifik dan sensitif di wilayah yang justru paling rentan.

Bunda Renny menekankan pentingnya pelatihan dan pemberdayaan tenaga kesehatan lokal, termasuk kader-kader gizi yang ada di masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *