Surabaya. Cakrawalanews.co– Fraksi PDIP DPRD Jatim, soroti ketimpangan program gizi yang dijalankan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Meski prevalensi stunting di Jawa Timur turun dari 17,7% pada 2023 menjadi 14,7% pada 2024, jumlah balita yang mengalami gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis masih mencapai 430.780 anak.
“Ini bukan sekadar penurunan angka, tapi tentang bagaimana pemerataan program bisa benar-benar menyentuh daerah yang paling membutuhkan. Saat ini, masih banyak ketimpangan, baik dalam hal anggaran maupun pelaksanaan program,” ujar Ketua Fraksi PDIP DPRD Jatim Wara Sundary Renny Pramana, Minggu (10/08/25).
Wara Sundary Renny Pramana juga mengungkapkan bahwa meskipun APBD Jawa Timur tahun 2026 telah mengalokasikan anggaran signifikan untuk penurunan stunting, distribusinya belum merata antar daerah. Kabupaten Jember dan Mojokerto, misalnya, yang memiliki prevalensi stunting tinggi, belum mendapat alokasi anggaran yang proporsional.
“Harus ada evaluasi serius terhadap alokasi anggaran. Daerah dengan angka stunting tinggi semestinya menjadi prioritas utama dalam pembagian anggaran dan sumber daya,” ucapnya.












