Abdullah pun menyerukan agar seluruh pihak menahan diri dan membuka ruang dialog yang sehat. Ia mengingatkan, tanpa konsolidasi narasi dan komunikasi, kekhidmatan perayaan kemerdekaan bisa tergeser oleh sentimen yang tidak produktif.
“Perayaan kemerdekaan atau HUT RI jangan sampai hilang kesakralannya karena polemik bendera One Piece yang berkepanjangan,” tegasnya.
Lebih jauh, pria yang akrab disapa Abduh itu menilai bahwa fenomena ini tak bisa dilepaskan dari konteks sosial yang lebih luas. Ia memandang pengibaran bendera One Piece juga mencerminkan bentuk kritik dari masyarakat terhadap ketimpangan dan belum optimalnya pemenuhan hak dasar warga negara.












