Cakrawala Nasional

DPR RI Desak Komdigi Tindak Tegas Game Rolblox

×

DPR RI Desak Komdigi Tindak Tegas Game Rolblox

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal. Foto : Ist/Andri
Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal. Foto : Ist/Andri

CakrawalaNews.co – Sorotan tajam kembali mengarah pada permainan digital Roblox yang belakangan banyak digandrungi anak-anak. Pasalnya, game tersebut dinilai mengandung konten kekerasan dan unsur-unsur yang tidak ramah anak.

Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal, mendesak Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersikap tegas dan proaktif dalam menertibkan gim-gim serupa yang dinilai membahayakan masa depan generasi muda.

“Kami prihatin dengan masifnya anak-anak bermain Roblox yang banyak menampilkan adegan kekerasan. Keprihatinan kami juga terkait masih longgarnya pengawasan Komdigi untuk menghentikan beredarnya gim-gim yang mengandung kekerasan. Komdigi harus memperkuat pengawasan atas beredarnya game-game yang mengandung dampak negatif. Jangan biarkan masa depan anak-anak dirusak karena ada game tersebut,” ujar Deng Ical, sapaan akrab Syamsu Rizal, dikutip dari Parlementaria Jumat (8/8/2025).

Pernyataan itu senada dengan sikap Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang lebih dulu mengingatkan agar para murid tidak bermain Roblox karena kontennya dinilai tidak layak.

Selain unsur kekerasan dan bahasa kasar, game ini juga memungkinkan anak-anak melakukan transaksi keuangan dalam jumlah besar tanpa pengawasan.

Lebih jauh, Deng Ical menilai lemahnya pengawasan pemerintah sebagai celah yang memungkinkan konten berbahaya menyebar luas ke publik.

Ia menuntut Komdigi agar tidak hanya reaktif saat terjadi polemik di ruang publik, tetapi juga menerapkan sistem pengawasan yang terintegrasi dan menyeluruh terhadap seluruh platform digital.

“Saya minta Komdigi bertindak cepat dan tegas untuk memberantas beredarnya gim-gim negatif yang berbahaya buat anak. Jangan tunggu viral baru bereaksi. Harus ada upaya pencegahan nyata, agar yang beredar adalah game aman dan sesuai usia. Masa depan anak-anak bisa rusak jika terus-menerus terpapar permainan berbahaya,” tegas politisi PKB ini.

Deng Ical juga menekankan pentingnya membangun ketahanan digital masyarakat, terutama pada kalangan anak-anak yang kini menjadi pengguna aktif media digital. Ia mengingatkan, terpaan konten berulang akan membentuk kerangka berpikir anak yang bisa berkembang secara bebas tanpa kontrol nilai dan budaya bangsa.

“Bukan cuma soal kekerasan dan ekstremisme. Permainan digital juga dapat menyebarkan nilai-nilai individualistik yang bertentangan dengan budaya gotong royong kita. Namun di sisi lain, ini juga peluang untuk membangun pemahaman tanggung jawab sosial dan sikap ketahanan masyarakat sejak dini, jika diarahkan dengan tepat,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa penguatan literasi digital tidak bisa lagi ditunda. Orang tua, sekolah, dan seluruh elemen masyarakat harus terlibat dalam membimbing anak-anak memilih dan mengonsumsi konten digital secara sehat dan bijak.

“Kita punya sistem pertahanan rakyat semesta (siskamrata), yang menjadikan masyarakat—termasuk anak-anak sebagai generasi penerus—sebagai komponen strategis pertahanan nasional. Maka, ketahanan digital juga harus dibangun dari sekarang,” tandas legislator asal Sulsel tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *