“Ini komitmen untuk memastikan warga miskin mendapat tempat dalam perencanaan dan penganggaran pembangunan. Tidak boleh ada satu pun warga yang ditinggal, dan itu diwujudkan lewat penganggaran untuk rutilahu, serta pos lain seperti kenaikan penerima beasiswa, pendidikan dan kesehatan gratis, dan sebagainya,” tambahnya.
Eri menegaskan, keberpihakan terhadap wong cilik harus menjadi roh pembangunan kota, seiring masifnya proyek strategis yang sedang dan akan dijalankan Pemkot Surabaya.
“Kita ke depan akan terus mengawal berbagai program kerakyatan bersama Pemkot Surabaya. Bahkan ke depan kita berkomitmen untuk menambah jumlah target rutilahu yang akan diperbaiki setiap tahunnya, khususnya untuk warga miskin,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran serta warga dalam merawat hasil bantuan perbaikan rumah agar manfaatnya bisa bertahan lama.
“Karena rumah merupakan salah satu dari kebutuhan dasar selain pangan dan sandang,” pungkas Eri Irawan.












