Cakrawala Birokrasi

Pemkot Surabaya Kembangkan Fungsi Ekosistem Kebun Raya Mangrove

×

Pemkot Surabaya Kembangkan Fungsi Ekosistem Kebun Raya Mangrove

Sebarkan artikel ini
dok. Kebun Raya Mangrove 2024
dok. Kebun Raya Mangrove 2024

CakrawalaNews.co – Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya ditargetkan tidak hanya mampu memiliki 5 lima fungsi, yaitu konservasi, penelitian, edukasi, wisata, dan jasa lingkungan. Namun, juga bisa mampu menjadi sumber alternatif pangan.

Oleh karena itu, Pemerintah kota Surabaya menargetkan penguatan peran KRM dalam mendukung ketahanan pangan melalui pemanfaatan potensi mangrove.

“Untuk Kebun Raya Mangrove Surabaya itu kita sudah dari awal mendeklarasikan bahwa kita memenuhi enam fungsi. Salah satunya sebagai sumber alternatif pangan,” terang Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, Jumat (25/07/2025).

Untuk mewujudkan hal tersebut, Antiek mengungkap bahwa Pemkot Surabaya kini tengah menjalin kerja sama dengan berbagai stakeholder dan lembaga terkait.

Termasuk di antaranya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Wahana Visi Indonesia untuk mengembangkan inovasi berbasis mangrove sebagai bahan pangan alternatif.

“Kita sedang mencoba berkolaborasi dengan BRIN dan beberapa lembaga lain seperti Wahana Visi untuk mengembangkan sebagai sumber alternatif pangan, untuk meningkatkan ketahanan pangan,” ungkap Antiek.

Salah satu bentuk konkret dari upaya ini adalah uji coba penanaman padi biosalin di lahan demplot di kawasan Kebun Raya Mangrove.

Selain itu, Antiek menyebut, pihaknya juga tengah mengembangkan sistem silvofishery, yakni sistem budidaya perikanan terpadu di kawasan mangrove.

“Pengembangan padi biosalin sedang kita uji cobakan di demplot, sekaligus dengan pengembangan silvofishery. Nah, ini kita lebih ingin meningkatkan ke arah itu,” tuturnya.

Antiek pun berharap, kerjasama lintas stakeholder yang telah dibangun dapat semakin memperkuat peran Kebun Raya Mangrove Surabaya dalam mendukung sistem ketahanan pangan lokal dan nasional.

“Mudah-mudahan upaya kita bersama BRIN, bersama stakeholder yang lain untuk membangun kebun raya ini menjadi salah satu sumber pangan bisa segera dioptimalkan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *