“Tergantung mereka bisa menyiapkan pull untuk berapa armada. Kalau cukup untuk 100, ya 100. Kalau cuma 25, ya 25,” katanya.
Eri menambahkan, aturan ini menjadi benteng kepentingan lokal di tengah arus investasi besar yang masuk ke Surabaya. Pemkot, kata dia, ingin memastikan dampak ekonomi langsung dirasakan masyarakat Surabaya, bukan hanya segelintir pelaku usaha dari luar.
“Kami tidak bisa selesaikan kemiskinan dan pengangguran tanpa investasi. Tapi investasi itu harus berdampak ke warga Surabaya sendiri,” pungkasnya.












