CakrawalaNews.co – Sebanyak 17 inovasi pendidikan lahir dari Program Inovasi Suroboyo (Inovboyo) 2025, menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota Surabaya dalam mendorong terobosan di sektor pendidikan.
Inovasi-inovasi ini mencakup berbagai aspek mulai dari literasi, digitalisasi, kesetaraan, hingga penguatan karakter.
Inovboyo adalah program adu inovasi yang digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bukan hanya sekadar ajang kompetisi, melainkan sebuah lokomotif penggerak transformasi pendidikan di Kota Pahlawan.
Beberapa inovasi yang menonjol antara lain Tryout Online dan Rapor Online dari Dinas Pendidikan yang mempercepat proses belajar mengajar dan pelaporan hasil siswa. Ada juga Program Krisna (Kesetaraan) untuk anak putus sekolah serta Rumah Bahasa yang membuka akses pembelajaran bahasa lebih inklusif.
Untuk pengembangan literasi dan minat baca, hadir Gendis Sewu, Wisata Buku, serta SIPUS yang memperkuat peran perpustakaan. Di bidang pengembangan SDM, ada eLearning dan Sigendis dari BKPSDM yang fokus pada peningkatan kapasitas pegawai.
Dari level kecamatan, ada inovasi Sinau dan Ngaji Bareng Ketintang, Genteng Cendekia, hingga K.G.A EDU FARM sebagai ruang belajar berbasis komunitas. Tak ketinggalan, ada Wisata Religi Kiswah Ka’bah dan Pesantren Kilat yang menyatukan pendekatan keagamaan dan budaya.
“Ide-ide ini memperkaya metode pembelajaran dan membuka ruang kolaborasi antara pelajar, guru, dan masyarakat,” kata Irvan Wahyudrajat, Kepala Bappendalitbang Kota Surabaya.
Irvan menekankan bahwa inovasi pendidikan menjadi elemen penting dalam pencapaian predikat Surabaya sebagai Kota Terinovatif Indonesia pada ajang Innovative Government Award (IGA) 2024. “Ini membuktikan komitmen dan keberhasilan Surabaya dalam mendorong inovasi di segala lini, termasuk pendidikan,” tegasnya.
Menurutnya, inovasi yang menyentuh sektor pendidikan tak hanya berdampak jangka pendek, tapi menjadi fondasi transformasi jangka panjang. “Dengan berbagai inovasi yang ada, Surabaya optimis melangkah menuju kota yang cerdas, berkelanjutan, dan berkeadilan,” pungkas Irvan.












