“Bagi warga yang berencana melakukan perjalanan ke wilayah risiko tinggi atau yang berasal dari wilayah tersebut, diimbau untuk memastikan anak-anak telah mendapatkan imunisasi polio sesuai usia,” jelas Eri.
Upaya edukasi pun digencarkan. Pemkot mendorong penyebaran infografis, leaflet, dan poster digital berisi informasi gejala dan pencegahan polio melalui media sosial pribadi dan komunitas.
Sebagai penutup, Wali Kota Eri mengajak warga untuk hanya mengakses informasi kesehatan dari sumber resmi agar tidak terjebak dalam hoaks yang bisa meresahkan publik.
“Kami mengimbau warga untuk mendapatkan informasi dari kanal resmi seperti situs web WHO dan Kementerian Kesehatan RI, demi menangkal informasi palsu yang bisa menyesatkan,” pungkasnya.
Dengan gerak cepat dan koordinasi lintas sektor, Pemkot Surabaya berharap masyarakat lebih waspada tanpa panik, serta turut aktif melindungi anak-anak dari ancaman nyata virus polio yang belum benar-benar musnah.



