“Bagi orang tua atau wali yang memiliki anak usia 0-5 tahun harus secara aktif memeriksa dan memastikan bahwa anak telah mendapatkan imunisasi lengkap. Apabila ditemukan anak dengan status imunisasi polio yang belum lengkap, maka segera bawa ke Puskesmas atau Fasyankes di Kota Surabaya untuk mendapatkan imunisasi kejar,” ujarnya.
Imunisasi polio lengkap terdiri dari empat dosis vaksin tetes (bOPV) dan dua dosis vaksin suntik (IPV), dan disediakan secara gratis di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) di Surabaya.
Tak hanya imunisasi, pemantauan gejala juga menjadi fokus utama. Wali Kota Eri meminta masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan anak di bawah 15 tahun yang mengalami kelumpuhan atau lumpuh layuh mendadak, khususnya pada bagian kaki.
“Pencegahan penyebaran virus ini juga melibatkan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di rumah dan lingkungan sekitar, seperti membiasakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), menggunakan Jamban Sehat, dan menjaga Sanitasi Lingkungan,” imbuhnya.
Pemkot Surabaya juga mendorong tokoh agama, tokoh masyarakat, RT/RW, serta lembaga pendidikan dan komunitas warga untuk aktif menyosialisasikan pentingnya imunisasi dan deteksi dini polio di lingkungannya. Tak terkecuali untuk warga yang akan bepergian ke wilayah dengan potensi penularan tinggi.



