Lebih jauh, Yordan menegaskan bahwa haul ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momen reflektif untuk menguji sejauh mana perjuangan Bung Karno telah diwujudkan dalam kehidupan berbangsa dan berpartai.
“Sudahkah kita benar-benar menjadi bagian dari solusi rakyat? Kita harus menulis sejarah dengan kejujuran dan merawat kebenaran dengan keberanian. Perjuangan Bung Karno harus dilanjutkan dengan kesetiaan dan jiwa pengabdian,” tandasnya.
Semangat memperingati Bulan Bung Karno juga akan terus berlanjut. DPC PDIP Surabaya menyiapkan serangkaian kegiatan, mulai dari donor darah, pemutaran film Bung Karno di Balai Budaya, hingga Soekarno Trip Jilid 2 ke lokasi-lokasi bersejarah.
“Antusiasme anak muda luar biasa. Karena itu, kami lanjutkan Soekarno Trip agar semangat Bung Karno mengalir ke generasi penerus,” ujar Yordan.
Kehadiran PCNU Kota Surabaya dalam haul ini memberikan warna tersendiri. Wakil Sekretaris H. Saiful Bahri menyampaikan apresiasi atas inisiatif PDIP yang menurutnya menunjukkan kedekatan ideologis dan historis antara Bung Karno dengan NU.
“Saya terenyuh. Biasanya NU yang menyelenggarakan haul, kini PDIP yang menginisiasi. Ini menggambarkan warisan kedekatan Gus Dur dan Ibu Mega,” ucap Saiful.
Ia juga menyinggung arah aspirasi politik warga NU di Kota Pahlawan.












