Ia menegaskan bahwa pembentukan karakter tak bisa hanya dibebankan kepada guru di sekolah, tapi juga membutuhkan keterlibatan aktif orang tua. “Karakter anak dibentuk secara kolaboratif. Guru dan orang tua harus sama-sama punya peran,” tandasnya.
Usai dari SDN Kaliasin I, Cak Eri melanjutkan kunjungan ke SMPN 6 Surabaya. Bersama Asisten I Pemkot Surabaya, M. Fikser, dan Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh, ia meninjau beragam aktivitas siswa seperti karawitan, bola basket, paskibraka, hingga paduan suara.
Dalam kesempatan itu, Cak Eri sempat berdialog dengan Yusuf Bagus Kristianto, siswa kelas 8 SMPN 6. Yusuf menyampaikan rasa terima kasih atas program SAS yang menurutnya sangat bermanfaat.
“Program ini bagus sekali. Kita bisa menyalurkan bakat, belajar lebih disiplin, dan tidak lagi dibebani PR. Sekarang diganti dengan latihan soal yang dikumpulkan di waktu tertentu,” ujar Yusuf.












