Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor perlu digalakkan, mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, hingga Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur. Menurutnya, kampanye bahaya judi online harus dilakukan secara masif dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
“Kolaborasi lintas OPD, termasuk dengan Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, dan Kanwil Kemenag Jatim harus digerakkan. Kampanye bahaya judi online bisa dilakukan melalui ceramah agama di masjid, musala, dan publikasi kampanye oleh Dispendik secara terus-menerus,” ujar politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini.
Puguh juga mengaitkan maraknya judi online dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang kian menurun. Menurutnya, penurunan daya beli, pengangguran akibat PHK, serta kesulitan ekonomi turut mendorong masyarakat terjerumus ke dunia judi daring.
“Memang tidak bisa dipungkiri bahwa situasi ekonomi yang merosot akibat PHK membuat masyarakat mencari pelarian, salah satunya lewat judi online. Pemprov harus hadir memberikan solusi nyata di tengah masyarakat,” ungkapnya.












