“Pemindahan lokasi ini hasil evaluasi agar pengunjung lebih nyaman dan lalu lintas tidak terganggu. Selain itu, kami juga ingin mengenalkan SBEC sebagai ruang publik dan konser yang representatif,” terang Wali Kota Eri.
Sisi keistimewaan lainnya, tahun ini Festival Rujak Uleg menampilkan kategori Rujak Nusantara. Lima daerah sekitar Surabaya yakni Bangkalan, Sampang, Sidoarjo, Gresik, dan Pasuruan, turut meramaikan festival dengan menyajikan rujak khas masing-masing daerah.
Nuansa sosial juga tak luput dari rangkaian acara perayaan HJKS 2025. Pada 17 Mei, digelar Bakti Sosial Terintegrasi, Donor Darah hingga pembukaan Pekan Olahraga Wanita. Sejumlah peresmian fasilitas publik pun menjadi bagian dari HJKS, mulai dari Gedung Serba Guna (GSG) Gunung Anyar, hingga Rumah Padat Karya.

Tak hanya itu, masyarakat juga bisa mengunjungi Job Fair di Convention Hall (20-21 Mei), Hospital Expo di Grand City (20-25 Mei), hingga Cross Musea Exhibition di Museum Dr Soetomo (21-31 Mei). Event bertajuk Soerabaja Merajut Asa “Kampung Lawas” juga digelar di basement Alun-Alun Surabaya di waktu yang sama.
Mendekati akhir bulan, Pagelaran Wayang dan Ruwatan siap memukau publik pada 28 Mei, disusul dengan peresmian Taman Harmoni, Pasar Rakyat Hutan Bambu Keputih, SWK Srikana, Rumah Kompos, Compact House, Rumah Potong Unggas, dan Kapal Apung di Taman Prestasi.









