Acara ikonik seperti Surabaya Vaganza atau parade bunga tetap menjadi magnet utama. Parade bunga yang penuh warna ini selalu dinanti karena mengusung tema berbeda tiap tahun. Tak hanya warga lokal, ribuan wisatawan juga diprediksi turut meramaikan jalannya parade bunga yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Mei 2025.
“Dengan tema yang berbeda tahun ini dari tahun kemarin, orang pasti akan menunggu tema-nya apa lagi. Sehingga nanti banyak wisatawan yang datang seperti tahun-tahun kemarin,” jelasnya.
Sementara itu, pesta belanja Surabaya Shopping Festival membuka rangkaian HJKS mulai 1 hingga 31 Mei, melibatkan 19 mal di Kota Pahlawan. Penawaran diskon menarik diharapkan menjadi stimulus belanja masyarakat sekaligus mendorong ekonomi ritel.
“Jadi makna dari efisiensi itu bukan kami menghilangkan pawai bunga, tidak. Kami menghilangkan acara great sale, tidak,” jelas Wali Kota Eri.

Tak kalah menarik adalah Festival Rujak Uleg yang tahun ini kembali masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN). Digelar pada 17 Mei, acara ini hadir dengan nuansa berbeda karena dipindah ke Surabaya Expo Center (SBEC). Tema yang diusung pun tak kalah unik, yakni The Legend of THR, sebagai bentuk nostalgia pada Taman Remaja (TRS) yang pernah berjaya.









