Cakrawala NasionalIndeks

Munas VII APEKSI 2025 Di Surabaya Resmi Dibuka Usung Tema Dari APEKSI untuk Negeri

×

Munas VII APEKSI 2025 Di Surabaya Resmi Dibuka Usung Tema Dari APEKSI untuk Negeri

Sebarkan artikel ini
Pembukaan Munas VII APEKSI 2025
Pembukaan Munas VII APEKSI 2025

Dalam kesempatan ini, Cak Eri juga menekankan pentingnya penyelarasan antara visi dan misi kota dengan visi misi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Karenanya, salah satu tujuan utama dari Munas VII APEKSI 2025 adalah bagaimana menyelaraskan program antara pemerintah kota dengan pusat.

“Acara APEKSI ini adalah menyelaraskan, setiap wali kota memiliki visi dan misi, maka visi dan misi kita harus sama dengan visi misi Bapak Presiden. Kita memiliki RPJMD, maka RPJMD kita itu adalah RPJMD yang terus menguatkan visi misi presiden yang dituangkan dalam RPJMN,” jelasnya.

Ia mencontohkan program prioritas nasional seperti penanganan stunting yang harus dijalankan secara konkret oleh para kepala daerah.

“Contoh, kalau Pak Presiden berbicara stunting, maka visi misi kita juga akan berbicara stunting. Siapa yang bekerja di dalam daerah? Ya kota-kota. Yang pasti Pak Wali Kota dan Ibu Wali kota. Maka di sini akan ada garis tegak lurus antara APEKSI dengan pemerintah pusat, maka insyaallah kemiskinan, stunting akan hilang ketika kita memiliki kebersamaan. Maka inilah yang menjadi satu kekuatan APEKSI,” tegasnya.

Cak Eri juga menyebutkan bahwa perjuangan mewujudkan visi bersama ini menjadi sebuah kewajiban moral dan tanggung jawab bersama.

“Maka hari ini hukumnya fardhu ain, kita berjuang menjalankan semua yang menjadi visi-misi kita yang insyaallah pasti sama dengan visi misi presiden,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menilai bahwa penyelenggaraan Munas VII APEKSI 2025 menjadi ruang sinkronisasi antara program daerah dan pusat.

“Banyak inovasi daerah yang bisa mendukung program-program pusat. Banyak gagasan atau praktik-praktik baik teman-teman wali kota yang sudah nyambung dengan program-program pusat, kesehatan, pendidikan dan lainnya,” ujar Bima Arya.

Pada sisi lain, Wamendagri juga menekankan pentingnya efisiensi anggaran yang justru bisa memperkuat keuangan daerah. Menurut dia, apabila efisiensi dilakukan dengan benar, maka justru akan memperkuat kapasitas fiskal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *