Menurutnya, pencalonan tersebut didasari oleh visi dan misi untuk membawa perubahan signifikan dalam penguatan posisi HKI sebagai mitra strategis pemerintah, khususnya dalam menghadapi dampak dari ketidakpastian ekonomi global, termasuk imbas perang dagang internasional.
“Saya mencalonkan diri sebagai Ketum HKI dengan visi menciptakan perubahan nyata. Kita tengah dihadapkan pada kompetisi investasi dengan negara-negara seperti Vietnam dan Malaysia yang agresif menarik investor. HKI sebagai asosiasi pengelola kawasan industri harus menjadi kekuatan dan berperan penting sebagai mitra pemerintah dalam menjaga laju pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen,” tegasnya.
Lebih lanjut, Maruf mendorong perlunya terobosan konkret agar Indonesia mampu menjadi destinasi utama investasi asing.
Ia menyatakan bahwa HKI harus adaptif terhadap perubahan zaman, terutama dalam merumuskan program kerja yang mendorong kemudahan investasi.
“HKI harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Visi saya adalah menjadikan HKI sebagai kekuatan strategis dalam mengawal dan menyelesaikan berbagai hambatan investasi. Kita harus proaktif memberikan solusi agar birokrasi semakin efisien,” jelasnya.
Sebagai tokoh industri asal Sumenep, Jawa Timur, Maruf turut menekankan pentingnya pemerataan pembangunan kawasan industri yang inklusif dan berorientasi pada prinsip keberlanjutan serta green industry.
Rakorwil II HKI Wilayah Jawa Timur ini juga menjadi momentum reflektif sekaligus perumusan agenda strategis untuk memperkuat posisi kawasan industri sebagai tulang punggung perekonomian nasional.



