Cakrawala SurabayaIndeks

Pemkot Surabaya Matangkan Persiapan Jelang Munas APEKSI VII

×

Pemkot Surabaya Matangkan Persiapan Jelang Munas APEKSI VII

Sebarkan artikel ini
Cek Venue APEKSI 2025 (10)
Cek Venue APEKSI 2025 (10)

CakrawalaNews.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) VII yang akan digelar pada 6–10 Mei 2025.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani, meninjau sejumlah destinasi wisata di kawasan Kenjeran pada Sabtu (3/5/2025) sore. Tinjauan ini dilakukan guna memastikan kesiapan Surabaya sebagai tuan rumah Munas APEKSI.

Saat tiba di Taman Suroboyo, Wali Kota Eri langsung mengecek sejumlah titik yang akan menjadi lokasi penanaman pohon oleh peserta Munas. Ia melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penataan tribun, kondisi akses jalan, hingga kebersihan area taman.

“Lokasi ini harus siap dan nyaman, baik untuk tamu-tamu Munas APEKSI maupun masyarakat Surabaya sendiri,” kata Wali Kota Eri.

Tak hanya aspek infrastruktur, Wali Kota yang akrab disapa Cak Eri ini juga menyoroti pentingnya fasilitas ramah anak. Ia menginstruksikan penambahan wahana bermain anak, termasuk playground tematik di taman-taman kota.

Selain itu, Cak Eri meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menambah penerangan di beberapa area taman. “Lampu harus ditambah, supaya anak-anak aman dan senang saat bermain malam,” tegasnya.

Usai meninjau Taman Suroboyo, rombongan melanjutkan kunjungan ke Lapangan Pantai Kenjeran. Di sana, Cak Eri mengecek kesiapan fasilitas publik, sembari menunaikan Salat Maghrib.

Agenda kunjungan ditutup dengan tinjauan ke Jembatan Suroboyo, ikon wisata Kota Pahlawan yang akan menampilkan pertunjukan Pesona Laser Air Mancur selama Munas berlangsung.

Cak Eri menekankan pentingnya kualitas konten hiburan yang akan ditampilkan. Evaluasi dilakukan terhadap alur cerita, iringan musik, hingga efek visual dari laser yang dipantulkan melalui air mancur.

“Saya ingin pertunjukan ini menyampaikan pesan kuat tentang Surabaya. Musiknya bisa lebih semarak, ceritanya lebih menggugah. Jadi bukan sekadar tontonan, tapi juga menyentuh hati,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *