“Di panti sendiri kita tangani layaknya manusia, kodratnya manusia, kita obatkan, kita beri pelatihan, kita berikan makan dan pakaian yang layak, agar mereka bisa hidup lebih baik. Paling mendominasi di liponsos saat ini adalah ODGJ, untuk pengobatannya biasanya secara longtime, kita opnamekan dulu selama satu minggu di rumah sakit, kemudian kita rawat ke tempat kami, selanjutnya kita antar mereka obat jalan secara rutin ke rumah sakit, lha itu butuh waktu lama, bahkan puluhan tahun, karena penyembuhannya juga butuh waktu yang lama,” imbuh Kadinsos.
Saat ini, Sambung Supomo, liponsos sendiri telah dilakukan perluasan, sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada para penyandang PMKS. Jumlah penghuni liponsos saat ini yang laki-laki sekitar 800 dan perempuan sekitar 400, jumlah totalnya mencapai sekitar 1600 PMKS, dengan dibantu sekitar 150 petugas.
“Upaya-upaya terus kami lakukan untuk melayani mereka, selain melakukan perluasan liponsos, juga kita terus lakukan pengobatan, ada juga yang sudah mendekati sembuh itu kita rekreasikan ke kebun binatang, ke taman-taman, kita ajak mereka jalan-jalan, sebagai upaya untuk mengingat kembali memori mereka, upaya apapun kita tempuh agar mereka cepat sembuh,” pungkasnya.(hdi/cn02)












