Menjelang Imlek, RPH Banjar Sugihan memotong sekitar 305 babi per hari, dengan lonjakan permintaan dua kali lipat.
Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksono, menegaskan pentingnya pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang optimal untuk mencegah dampak negatif terhadap lingkungan.
Ia juga mengingatkan bahwa pengelolaan limbah babi harus memastikan tidak ada persepsi negatif di masyarakat terkait masalah lingkungan.
“Fasilitas IPAL di Banjar Sugihan sudah memadai, tetapi perlu perhatian lebih agar hasil akhir limbah dapat dipastikan aman dan bermanfaat bagi lingkungan,” ujar legislator yang akrab disapa Buleks ini.












