“Kami sudah mengkalkulasi cash flow dan debt ratio dengan hati-hati. Kami berharap pinjaman yang diajukan memiliki bunga yang rendah, yaitu antara 4-6 persen,” jelas Irvan.
Selain itu, Irvan menuturkan bahwa Pemkot Surabaya juga menjalin komunikasi dengan Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) maupun Kemenko Perekonomian, terkait rencana pembiayaan tersebut.
“Semua kita ajak komunikasi, kita ajukan proposal dan pada prinsipnya mereka sangat mendukung,” pungkas dia.












