Pinjaman ini akan digunakan untuk menutupi biaya pembebasan lahan dan pembangunan fisik yang memerlukan dana besar.
Untuk merealisasikan rencana ini, Irvan menuturkan bahwa pemkot akan berkoordinasi dan meminta persetujuan DPRD Surabaya. Pembiayaan alternatif ini dikatakannya paling dimungkinkan diajukan saat pembahasan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2025.
“Kita bahas juga dengan DPRD, kita minta persetujuan. Yang paling dimungkinkan lewat PAK, kita ajukan,” ujarnya.
Irvan menegaskan bahwa pendanaan alternatif ini telah dihitung dengan seksama, dan dipastikan tidak akan membebani keuangan daerah dalam jangka panjang.












