1. Keamanan adalah Prioritas Utama
Ruang yang Mendukung: Kelas yoga untuk trauma menciptakan lingkungan yang aman, bebas penilaian, dan mendukung. Peserta merasa nyaman untuk mengeksplorasi perasaan mereka tanpa takut dihakimi.
Hubungan Terapis: Terapis yoga yang terlatih dalam trauma sangat penting dalam menciptakan ruang yang aman. Mereka menciptakan hubungan yang saling percaya dan mendukung dengan peserta.
2. Hormati Batas Diri
Pilihan: Peserta diberikan kebebasan untuk memilih pose dan gerakan yang nyaman bagi mereka. Tidak ada tekanan untuk mencapai kesempurnaan.
Pace: Setiap individu memiliki ritme penyembuhan yang berbeda. Peserta didorong untuk bergerak dengan kecepatan yang nyaman bagi mereka tanpa merasa terburu-buru.
3. Gerakan yang Lembut dan Perlahan
Mindful Movement: Gerakan dalam yoga untuk trauma dilakukan dengan sadar dan perlahan. Peserta diajarkan untuk memperhatikan sensasi tubuh mereka dan menghentikan gerakan jika merasa tidak nyaman.
Peregangan Ringan: Fokus pada peregangan ringan dan gerakan yang mengalir untuk membantu melepaskan ketegangan fisik dan emosional.
4. Pernapasan Dalam
Menghubungkan Tubuh dan Pikiran: Pernapasan dalam adalah alat yang kuat untuk menghubungkan tubuh dan pikiran. Dengan fokus pada napas, peserta dapat mengurangi kecemasan dan meningkatkan kesadaran diri.
Regulasi Emosi: Pernapasan dalam membantu mengatur sistem saraf, yang dapat sangat bermanfaat bagi individu yang mengalami trauma.
5. Kesadaran Tubuh
Mindfulness: Yoga untuk trauma mendorong peserta untuk memperhatikan sensasi tubuh mereka tanpa menghakimi. Kesadaran tubuh ini membantu mereka mengidentifikasi area ketegangan dan melepaskannya secara perlahan.
Grounding: Teknik grounding digunakan untuk membantu peserta merasa lebih terhubung dengan tubuh mereka dan lingkungan sekitar, mengurangi perasaan terputus atau terisolasi.
6. Pembumi
Kontak dengan Bumi: Latihan pembumian melibatkan kontak langsung dengan tanah, seperti duduk atau berbaring di tanah. Ini membantu peserta merasa lebih stabil dan terhubung dengan alam.
Objek Sensorik: Penggunaan objek sensorik seperti pasir, batu, atau kain dapat membantu peserta fokus pada sensasi fisik dan mengurangi pikiran yang mengganggu.
7. Pilihan Pose
Pose yang Mendukung: Pose yang dipilih dalam yoga untuk trauma dirancang untuk memberikan dukungan dan kenyamanan. Pose yang terlalu menantang atau membuka dapat memicu kecemasan atau rasa tidak aman.
Modifikasi: Pose dapat dimodifikasi untuk mengakomodasi berbagai tingkat kemampuan dan keterbatasan fisik.
7 Prinsip Dasar Yoga untuk Trauma, Membangun Fondasi Penyembuhan












